Rabu, 14/02/2018 12:20
PENULIS : SISKA NIRMALA

LUAR NEGERI

Ratu Elizabeth Larang Plastik di Istana Buckingham Gara-gara Film Ini

img6
ads160x600

RATU Elizabeth II telah mencuri perhatian dunia terutama para pemerhati lingkungan, menyusul keputusannya untuk melarang penggunaan plastik sekali pakai di Istana Buckingham.

Sebagai tokoh terpandang di dunia, ia mendorong program perubahan ramah lingkungan di halaman rumahnya sendiri. The Telegraph melaporkan bahwa dia berada di balik rencana pengurangan limbah plastik di istana Buckingham. Sedotan plastik dilarang digunakan di kafe umum dan ruang makan karyawan istana.

Selain itu, katering internal kerajaan diminta untuk menggunakan alat makan khas kerajaan (china plates), atau gelas kertas yang bisa didaur ulang.

Langkah yang dilakukan Ratu Elizabeth tersebut karena wanita berusia 91 tahun itu terpengaruhi sebuah film dokumenter garapan aktivis lingkungan, David Attenborough. Film tersebut mampu menginpiprasi Ratu Elizabeth II untuk membuat larangan penggunaan plastik

"Seluruh organisasi istana terutama bagian rumah tangga kerajaan berkomitmen untuk mengurangi dampak lingkungan," kata juru bicara Istana Buckinghamsperti dilaporkan Thetelegraph.

Film dokumenter yang berjudul Blue Planet II, memperlihatkan kehidupan laut yang masih belum banyak diketahui. Mereka mengungkapkan kebiasaan hewan-hewan laut di luar dari apa yang kebanyakan orang pikirkan. Permasalahan yang akan mengancam keindahan kehidupan laut pun disampaikan.

Dalam film tersebut diungkap, salah satu permasalahan yang akan mengancam kehidupan laut adalah sampah plastik. Sampah diperkirakan akan melebihi jumlah ikan pada tahun 2050.

"Jika kita tidak mengubah cara kita memproduksi dan menggunakan plastik, akan ada lebih banyak plastik daripada ikan di lautan kita. pada tahun 2050,” kata Frans Timmermans, wakil presiden pertama Komisi Eropa, penanggungjawab gerakan anti plastik tersebut.

Melalui film dokumenter tersebut David Attenborough ingin menghimbau masyarakat sebnyak-banyaknya, agar memiliki tanggung jawab menjaga alam khususnya kehidupan laut seperti dalam film dokumenter Blue Planet II. Film dokumenter  Blue Planet II mendapatkan respon positif dari ratu Elizabeth II dan masyarkat Inggris.

Film tersebut mampu memacu pejabat tinggi untuk secara serius mengurangi sampah plastik. Sekretaris lingkungan Inggris, misalnya, mengatakan kepada wartawan bahwa dia "dihantui" oleh program tersebut. 

Departemen lingkungan mempertimbangkan inisiatif seperti sistem pengembalian botol nasional, peningkatan air mancur minum dan menghimbau masyarakat untuk menggunakan bahan-bahan yang dapat didaur ulang.

Istana Buckingham telah merenovasi istana agar lebih hijau selama satu dekade terakhir. Mereka memasang panel surya dan mempebarui sistem tenaga listrik dengan memperhatikan peningkatan efisiensi energi hingga 40 persen. Istana pun memiliki sistem pengomposan untuk sampah organik.

Pelarangan penggunaan plastik di Istana dilakukan ditengah usaha Uni Eropa untuk mengurangi masalah limbah plastik yang seamkin memburuk. Setiap tahun, 300 juta ton plastik diproduksi secara global.

Sepuluh persen dari limbah plastik tersebut berakhir di laut. Dampak dari limbah tersebut berpotensi menyulitkan ikan  membedakan makanan dan sampah sehingga mereka makan sampah secara tidak sengaja. Tentunya apabila hal tersebut terjadi akan berimbas pada manusia. (Umi Soliha)***

TAG :

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

rs-ads

Terbaru


Terpopuler


Polling

Gubernur Jabar

Andaikan pemilihan gubernur hari ini, siapakah yang akan anda pilih


Lihat Hasil


E-papper Pikiran Rakyat

e-papper